Layanan Servis

  • DNS

Domain Name System atau yang biasa disingkat dengan DNS adalah sebuah sistem yang berfungsi menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. Jadi, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server yang kemudian dipetakan ke dalam alamat IP oleh DNS.

Dalam DNS, terdapat hirarki yang digunakan untuk mengelompokkan komponen-komponen dari sebuah domain. Domain dikelompokkan dalam hirarki sebagai berikut :

1. Root-Level Domain : merupakan puncak hirarki yang diekspresikan berdasarkan periode. Memiliki ciri khas penambahan titik di belakan domain, misalnya ru.wikipedia.org (tanda titik (.) di belakang .org merupakan root level domain)

2. Top-Level Domain : merupakan kata yang posisinya berada paling kanan dari suatu domain, atau jika dibaca berada paling belakang. Misalnya saja untuk ru.wikipedia.org, maka top level domainnya adalah “.org”. Top level domain dapat berisi second-level domain dan juga host. Secara umum, top level domain dibagi lagi menjadi dua, yaitu :

  • GLTD (Generic Top Level Domain) : adalah TLD yang bersifat general, misalnya : .com(untuk tujuan komersial), .edu (untuk institusi pendidikan), .gov (untuk instansi pemerintahan), .org (untuk organisasi non-profit), dan .net (untuk organisasi jaringan)
  • CCLTD (Country Code Top Level Domain): TLD yang didasarkan pada kode negara, misalnya .id (untuk Indonesia), .us (Amerika Serikat), .my (Malaysia), dan sebagainya.

3. Second-Level Domain : dapat berisikan host dan domain lain, atau sering disebut dengan subdomain. Misalnya saja, pada domain ru.wikipedia.org, maka second level domainnya adalah “wikipedia”.

4. Third-Level Domain : merupakan kata yang letaknya di sebelah kiri second level domain dan dibatasi dengan titik. Misalnya saja, untuk domain ru.wikipedia.org, maka “ru” merupakan bagian third-level domain-nya.

5. Host Name : kata yang terletak di paling depan pada sebuah domain, misal untuk www.nesabamedia.com, maka www adalah nama hostnya. Jika sebuah domain menggunakan host name, maka akan tercipta FQDN (Fully Qualified Domain Name) untuk tiap komputer. Dengan begitu, keberadaan DNS akan terdistribusi di seluruh dunia, dengan tiap organisasi memiliki tanggung jawab terhadap database yang berisikan info mengenai jaringannya masing-masing.

Cara kerja server DNS sebagai berikut :

  1. DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
  2. DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
  3. DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
  4. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
  5. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
  6. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).

Kelebihan DNS:

  1. Halaman sebuah situs (website atau blog) menjadi lebih mudah untuk diingat.
  2. Konfigurasi DNS sangat mudah bagi para admin.
  3. Menggunakan DNS, tidak akan terjadi perubahan alamat host name, walaupun alamat IP sebuah komputer telah berubah. Artinya, penggunaan DNS cukup konsisten.

Kekurangan pada sistem DNS, yaitu :

  1. Adanya keterbatasan bagi para pengguna untuk mencari nama domain untuk halaman situsnya. Beberapa nama domain mungkin sudah dipakai oleh pihak lain.
  2. Tidak bisa dikatakan mudah untuk diimplementasikan. 
  • TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) jika diterjemahkan adalah Protokol Kendali Transmisi/Protokol Internet, adalah gabungan dari protokol TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini, karena protokol ini mampu bekerja dan diimplementasikan pada lintas perangkat lunak (software) di berbagai sistem operasi Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.

Transmission Control Protocol (TCP) TCP menyediakan layanan penuh lapisan transpor untuk aplikasi. TCP juga dikatakan protokol transpor untuk stream yang reliabel. Dalam konteks ini artinya TCP bermakna connectionoriented, dengan kata lain: koneksi end-to-end harus dibangun dulu di kedua ujung terminal sebelum kedua ujung terminal mengirimkan data.
Dari end user pada kasus tugas tersebut data dikirim melalui port ethernet dan diterima juga melalui port yang sama.

Komunikasi Dalam Jaringan Komputer

Dalam terjadinya proses komunikasi dalam jaringan kompuer, terdapat sebuah aturan – aturan dalam mengatur prosesnya yaitu biasa disebut dengan protokol (protocol). 

Hampir dalam semua protocol, data – data ditransfer ke dalam sebuah blok yang disebut Protocol Data Units (PDUs). Setiap PDU selain berisikan sebuah data, memiliki juga kontrol informasi. Tetapi beberapa PDU tidak berisikan sebuah data dan hanya ada kontrol informasi. Kontrol informasi terdapat beberapa bagian pada kategori umum berikut:

  • Alamat:

Yaitu alamat pengirim dana atau penerima

  • Error-Detecting Code:

Yaitu pemeriksaan pada frame secara berurutan untuk mendeteksi adanya error

  • Protocol Control:

Informasi tambahan yang berguna untuk implementasi fungsi protocol yang tercantum pada bagian ini.

Sehingga Enkapsulasi adalah penambahan kontrol informasi pada sebuah data. Hal ini perlu dilakukan agar pengiriman data dapat berjalan dengan baik seperti menghindari interferensi, terkait masalah keamanan, dan menyederhanakan penggunaan data agar bisa dipahami oleh komputer. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai Komunikasi Dalam Jaringan Komputer:

  • Enkapsulasi tiap lapisan dalam protocol

Terdapat beberapa tahapan enkapsulasi secara umum yang perlu diingat dalam setiap lapisan:

  1. Pada Layer Application, Presentation, dan Session.

Proses perubahan format dalam aplikasi menjadi sebuah PDU yang disebut sebagai Data yang dapat dikirimkan melalui media jaringan.

  1. Pada Layer Transport

Proses pengumpulan data – data atau PDU yang akan dikirimkan menjadi sebuah paket data atau disebut Segment.

  1. Pada Layer Network

Setelah PDU atau data – data dikumpulkan, diberikan informasi mengenai alamat logical atau IP address asal dan tujuan data atau dalam ini disebut Paket Data.

  1. Pada Layer Data Link

Berikutna diberikan Frame Header dan Trailer pada Paket Data mengenai perangkat jaringan yang terhubung secara langsung. Dalam hal ini data disebut Frame.

  1. Pada Layer Physical

Kemudian dikonversikan menjadi sinyal listrik agar paket data dapat dikirim melalui media seperti kabel UTP. Dalam hal ini data disebut Bits.

  • Perjalanan dengan rute dari pengirim ke penerima

Untuk tahapan pengiriman data telah dipaparkan sebelumnya pada proses enkapsulasi. Berikutnya setelah data dikirimkan kepada pengguna, terjadi proses seperti enkapsulasi tetapi secara terbalik seperti berikut:

  1. Pada Layer Physical 

Sinyal diterima dan dikonversikan kembali menjadi sebuah frame.

  1. Pada Layer Data Link

Dibagian ini frame akan diperiksa terjadi sebuah error atau tidaknya, jika tidak ada error maka Header Awal dan Trailer akan dilepaskan sehingga menjadi sebuah Paket Data.

  1. Pada Layer Network

Paket data akan diperiksa mengenai address tujuannya, jika sesuai dengan address host yang tersedia maka pengalamatan IP address asal dan tujuan akan dihilangkan atau header bagian IP address akan dilepaskan sehingga data menjadi Segment.

  1. Pada Layer Transport

Akan dicek kembali kebenaran data tersebut melalui header yang masih tersisa. Jika tidak ada kesalahan maka paket-paket data yang diterima akan disusun ulang sesuai urutan sebuah data saat dikirim oleh pengguna menjadi sebuah data semula.

  1. Pada Layer Session, Presentation, dan Application

Terjadi proses perubahan data menjadi data semula atau sebuah data yang dapat dibaca oleh pengguna (penerima) melalui Layer Application.

  • Deskripsi layering dengan protocol Graph

Pada protocol graph dikenal dengan Protocol OSPF atau Open Shortest Path First, yaitu sebuah protokol yang melakukan proses routing secara otomatis atau dinamis.

OSPF menghitung rute melalui internet yang paling sedikitbiaya berdasarkan metrik biaya yang dapat dikonfigurasi pengguna. Pengguna dapat mengonfigurasi biaya, mengekspresikan fungsi penundaan, kecepatan data, biaya dolar, atau faktor lainnya.

OSPF mampu menyamakan beban di atas beberapa jalur biaya yang sama.Setiap router memelihara database yang mencerminkan topologi yang dikenalsistem otonom yang merupakan bagiannya. Topologi dinyatakan sebagai terarahgrafik. Grafik ini terdiri dari hal-hal berikut:

  • Verteks
  1. Router
  2. Jaringan yang terdapat Transit (data luar yang melintas) dan Rintisan (bukan transit)
  • Tepian dua jenis
  1. grafik tepi yang menghubungkan dua simpul router saat yang sesuairouter saling terhubung satu sama lain melalui tautan langsung point-to-point
  2. tepi grafik yang menghubungkan vertex router ke jaringan vertex ketikarouter terhubung langsung ke jaringan

Pemetaannya sangat mudah:

  • Dua router yang tergabung dengan tautan titik-ke-titik diwakili dalam grafik sebagai sedanglangsung dihubungkan dengan sepasang sisi, satu di setiap arah (misalnya, router 6 dan 10).
  • Ketika beberapa router terhubung ke jaringan (seperti LAN atau packetswitchingjaringan), grafik yang diarahkan menunjukkan semua router terhubung secara bidirectionalke titik jaringan (misal., router 1, 2, 3, dan 4 semua terhubung kejaringan 3).
  • Jika satu router terhubung ke jaringan, jaringan akan muncul dalam grafiksebagai koneksi rintisan (misal, jaringan 7).
  • Sistem akhir, yang disebut host, dapat langsung terhubung ke router, di manacase ini digambarkan dalam grafik yang sesuai (misalnya, host 1).
  • Jika router terhubung ke sistem otonom lain, maka biaya jalannyasetiap jaringan dalam sistem lain harus diperoleh oleh beberapa router eksteriorprotokol (ERP). Setiap jaringan tersebut direpresentasikan pada grafik oleh sebuah rintisandan sebuah keunggulan

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!